Bukan berarti tak punya pendirian atau pun keberanian untuk menolak permintaan seorang teman. Tapi ku rasa hanya sebuah keegoisan semata, ketika kita ingin terlihat sempurna sebagai seorang teman, kita ingin terlihat “perfect” atau pun menginginkan predikat sahabat sejati. Padahal tak selamanya benar jika seorang sahabat sejati harus mau melakukan apa pun untuk memenuhi permintaan sahabatnya. Namun, terkadang kita ingin menjadi sosok itu. Menjadi sosok “perfect” di mata teman.
Pernah suatu ketika aku menolak permintaan teman, dan aku hanya mengatakan “Maaf”. Dan, meskipun satu kata mujarab itu cukup ampuh untuk melindungi predikat “perfect”ku, tapi tetap saja ada rasa bersalah yang kemudian muncul di benakku. Dan seorang teman menasehatiku, “lakukanlah apa pun itu selama kamu masih bisa, tapi jangan memaksakan dirimu”. Yach….kucoba untuk seperti itu, dan sampai saat ini, ketika aku mengatakan IYA, aku selalu berusaha melakukan semuanya semampuku. Dan aku akan mengatakan TIDAK jika memang aku tak mampu melakukannya.
Hemm….kawan...jangan pernah takut berkata TIDAK jika memang kita tak bisa melakukannya. Dan janganlah takut kata TIDAK ini akan menggeser predikat kita sebagai sahabat. Karna sesungguhnya, seorang sahabat itu akan selalu mengerti keadaan sahabatnya. Jadi sebelum kita berkata TIDAK pun, sahabat kita akan tahu terlebih dahulu apa yang bisa kita lakukan dan apa yang tak mampu kita lakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar