Suatu pagi, seseorang menunggu sebuah bis untuk pergi ke kantor. Sebuah bis datang, dan orang itu bilang, “Wah…terlalu penuh, sumpek, paling udah nggak kebagian tempat duduk. Mending aku nunggu bis berikutnya saja.”
Tak lama bis berikutnya datang, lalu ia berkata, “Waduh, bisnya udah jelek…nggak mau ah…”
Bis selanjutnya datang, dari luarnya sudah terlihat bagus. Ia pun berminat, tapi seakan-akan sopir bis itu tak melihatnya dan berlalu begitu saja.
Bis keempat pun datang dan berhenti di depan orang itu. Bis itu kosong dan cukup bagus, tapi ia bilang, “Ah, nggak ada ACnya….Panas..”dan ia pun membiarkan bis keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu dan orang itu pun mulai sadar bahwa ia bisa terlambat pergi ke kantor.
Ketika bis kelima datang, ia sudah tak sabar dan langsung melompat ke dalam bis. Setelah beberapa saat, ia baru sadar kalau ia salah menaiki bis. Bis tersebut tidak menuju ke kantornya. Dan saat itu ia pun baru sadar telah menyiakan waktunya sekian lama hanya untuk menunggu bis yang dianggapnya paling bagus.
Pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari cerita di atas…??
Cinta itu sama seperti menunggu bis…
Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar “ideal” untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% bisa memenuhi kriteria ideal kita. Begitu pula kita yang tidak mungkin bisa menjadi 100% seperti keinginan dia. Tak ada salahnya kita menetapkan kriteria tertentu untuk calon kita, tapi tak ada salahnya pula memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Apabila ternyata memang tidak cocok, ya sudah, kita masih bisa berteriak “kiri”! dan keluar dengan sopan. Namun, jika kebetulan kita menemukan bis yang kosong, kita menyukainya, mempercayainya dan mempunyai tujuan yang sama, maka kita bisa berusaha untuk menghentikannya, agar dia dapat memberi kesempatan kepada kita untuk masuk ke dalamnya.
Lalu, bis seperti apa yang kamu tunggu….??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar