Kamis, 21 Oktober 2010

Susahnya Berkata Tidak Part III

Ternyata, tak hanya aku saja yang seringkali mengalami dilemma susahnya menolak pemintaan seorang teman. Kemarin malam seorang sahabat karib mendatangiku. Dia langsung menceritakan masalahnya. Sebuah masalah yang berawal dari keadaan susahnya berkata TIDAK untuk sebuah permintaan dari temannya. Sepertinya memang sesuatu yang biasa saja, tetapi ternyata berbuntut pada masalah yang lebih panjang. Yang terus menerus menggerus perasaan dan pikirannya.

Intinya, karena sebuah ketidakbisaan berkata TIDAK tersebut, yang kini membawanya ke dalam keadaan serba tidak enak. Bahkan sampai sekarang pun, masih sulit buatnya untuk berkata TIDAK. Dan “conclusion”nya, dia mengorbankan perasaannya.
Hmm….kukira ini hanyalah sebuah sikap yang biasa, tapi ternyata ini sebuah prinsip hidup. Kebaikan hati, ketidaktegaan, pekewuh, atau entahlah alasan apa lagi, yang pasti semua itu tidak seharusnya menjadi tameng untuk kita berkata TIDAK. Kita harus punya prinsip, berani berkata TIDAK jika itu memang tidak sesuai dengan hati nurani kita.
Aku yakin, tak hanya aku ataupun sahabatku itu saja yang berada dalam situasi seperti ini. Namun, mungkin juga kamu, kamu dan kamu juga pernah mengalaminya. Mungkin yang membedakan hanya, saat ini kamu sudah bisa berkata TIDAK, mungkin kamu sudah bisa lebih tegas dalam mengambil sikap, atau mungkin kamu sudah menyadari akibat dari ketidakbisaanmu berkata TIDAK, sama seperti yang tengah terjadi padaku. Namun, meski aku sudah menyadarinya, tak juga membawaku untuk meninggalkan sikap “angel”ku itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar