![]() |
150312
“Besok apa yang akan kulakukan?” itulah hal yang aku fikirkan sebelum mataku terlelap kemaren malam.
Ketemu dosen, ngelesi….apalagi ya…Ah, tak ada lagi yang lainnya. Dan ketika malam kembali menjemput, kuurai lagi semua yang bisa kulakukan hari ini.
Dari dua hal yang menjadi “list to do” ku hari ini, hanya satu yang bisa tercapai, yakni ngelesi. Tak apa, memang dosennya yang tidak bisa ditemui.Aku siap-siap ngelesi, kusiapkan tas yang biasa kupakai. Kubuka dompetku, hanya menemukan koin lima ratus rupiah dan selembar uang seratus ribuan yang sejujurnya bukan milikku. Kuambil koin itu, kumasukkan ke kantong jaketku dan kumasukkan dompet juga hp ke dalam tas. Lalu kuambil kunci motor dan berangkat.
Sampai di lampu merah perempatan deket dokter oen aku hentikan motorku. Kutoleh kanan-kiri sambil memutar-mutar koin lima ratus rupiah di kantong jaketku dengan tangan kiri. Namun, aku tak menemukan apa yang kucari, yang akhirnya lampu berubah hijau dan aku harus segera menjalankan motorku. Meskipun, ada sedikit kecewa dalam hatiku.
Aku kecewa karena kali ini aku tak menemukannya, bahkan aku sudah tak melihatnya untuk beberapa hari ini. Entahlah, seperti ada yang hilang. Sesuatu yang selalu aku lihat jika aku berhenti di lampu merah perempatan itu. (kecuali kalau malam hari) Kemana dia? Apakah dia sakit? Atau, mungkinkah dia sudah tak mau lagi di situ karena sudah menemukan suatu hal yang lebih baik untuk hidupnya? Mudah-mudahan tebakanku yang terakhir itu benar.
Entah kenapa aku begitu peduli dengannya, padahal aku sama sekali tak mengenalnya. Aku hanya selalu melihatnya ketika aku berhenti di lampu merah itu. Dia menyodorkan kaleng sambil sedikit menunduk sopan, sementara temannya yang satunya memainkan kaleng dan menarik-narik rantai yang mengikat monyet kecil yang diberinya baju, diberinya kacamata, yang kadang disuruhnya untuk meniru tingkah polah manusia. Dan entah kenapa dua remaja itu juga monyet kecil itu, selalu bisa menarik perhatianku, hingga aku lebih suka memperhatikan mereka dari pada menghitung detik demi detik lampu merah yang akan berganti hijau.
Dan sore ini, aku tak mendapati mereka. Padahal aku sudah menyiapkan koin untuk mereka, hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya karena ketika aku berniat memberi mereka koin, lampu selalu berganti hijau hingga aku harus mengurungkannya. Dan ketika sore ini aku sudah menyiapkannya, mereka tak ada.
Bodoh….niat baik saja tak cukup. Karna perbuatan baik itu harus segera kamu lakukan kapan pun kamu merasa bisa melakukannya. Karna jika kamu tunda, belum tentu kesempatan itu akan datang lagi. Pelajaran baru yang bisa kupetik hari ini…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar